Esports
5 Skandal Paling Menggegerkan di Ranah Esports

5 Skandal Paling Menggegerkan di Ranah Esports

Posted on

5 Skandal Paling Menggegerkan di Ranah Esports. Di industri esports, cukup banyak prestasi yang sudah ditoreh oleh beberapa team serta olahragawan profesional. Rupanya dibalik gemerlapnya skena bersaing ada banyak skandal yang mencoret nama besar esports. Dari insiden masalah penggelapan uang, manipulasi dalam permainan, sampai penataan score sering berlangsung di skena bersaing ini.

Besarnya nama esports membuat beberapa pelaku meletakkan kebutuhan pribadi di atas segala hal. Walau sebenarnya, di beberapa kasus awalnya banyak yang tertangkap basah serta jadi pro-kontra. Kenyataannya, sampai saat ini ada banyak masalah jelek yang berlangsung memberi warna industri olahraga elektronik ini.

Buat yang ingin tahu lima skandal paling menggegerkan di ranah esports, langsung baca artikel berikut.

Manipulasi XXiF serta Ronaldo di Set Kwalifikasi Fortnite World Cup

Kita masih ingat bagaimana megahnya kompetisi kelas dunia dari game Fortnite ini. Karena prestasi dari potensi sendiri, Kyle Bugha sukses mencatatkan prestasi untuk olahragawan paling baik di game garapan Epic Games itu. Tidak seperti Bugha yang mati-matian jalani babak kwalifikasi, ada pemain namanya XXiF serta Ronaldo yang didapati nakal untuk sampai pada set Grand Final.

Ada satu potongan klip dari kwalifikasi XXiF yang ramai dibicarakan. Pada video itu, nampak jelas beberapa pemain memberi kemenangan gampang pada XXiF agar kumpulkan point ke arah final. Tidak lama berlalu, ada lagi video Ronaldo yang punyai masalah sama dengan XXiF.

Komune mulai berkecamuk karena manipulasi ini serta beberapa pemain tersohor, seperti DR. Lupo yang menanyakan integritas beberapa finalis di Fortnite World Cup. Pada akhirnya, team Epic Games lakukan penyelidikan pada masalah itu serta mendapatkan jika ke-2 pelaku itu kerja sama juga dengan pemain lain. Pada akhirnya mereka dilarang bermain di skena bersaing semasa 14 hari.

Sayangnya, hukuman itu begitu singkat serta mereka sukses ikuti kembali lagi kompetisi Fortnite World Cup di cabang ganda. Apesnya, point mereka cukup untuk sampai ke Grand Final. Tentu saja masalah ini makin membuat marah komune walau ke-2 pemain itu langsung tersisih pada hari pertama Main Moment.

Skandal Upah Di antara FaZe Clan serta Tfue

Kembali lagi komune Fortnite dikagetkan dengan skandal sengekta upah di antara FaZe Clan serta pemainnya, yakni Turner ” Tfue ” Tenney. Dengan cara mendadak saja, si pemain ajukan tuntutan pada teamnya pada bulan Mei 2019 kemarin. Dalam surat tuntutannya mengatakan jika organisasi itu tidak membayarkan beberapa uang dari hasil sponsor.

Faksi team juga tidak tinggal diam, mereka membuat suatu posting di Twitter untuk menyikapi tuntutan yang dilemparkan oleh Tfue. Dari ciutan itu, ada banyak bukti yang cukup mengagetkan. Masalahnya faksi team belum pernah memperoleh keuntungan dari kompetisi, penghasilan Twitch, YouTube, maupun keuntungan yang lain.

Sejauh mereka bekerja bersama di bawah kontrak, FaZe Clan cuma kumpulkan penghasilan sebesar 60 ribu dolar Amerika, sedang Tfue dapat membuahkan juta-an dolar. Dari faksi team, hasil itu juga diambil sesuai persetujuan yang sudah mereka tandatangani bersama-sama .

Berasa muak dengan sikap arif dari FaZe Clan, pada akhirnya Tfue meluncurkan satu video berdurasi dua menit di Youtube. Isi dari video itu ialah minta faksi manajemen organisasi untuk putuskan kontraknya secepat-cepatnya. Serta dianya memaparkan bukti lain jika FaZe Clan sebetulnya mengantongi keuntungan besar sekali dari beberapa pemain, tidak sesuai dengan yang mereka pastikan di Twitter.

Selang beberapa waktu dari video itu, pemilih organisasi yakni Ricky Banks mengkonfirmasikan jika mereka sedang berusaha untuk memutuskan kontrak Tfue. Walau belumlah ada lanjutan dari tuntutan yang dilemparkan oleh Tfue, kelihatannya mereka makin pilih untuk akhiri kerja sama yang sudah terikat semenjak April 2018 kemarin.

Penangkapan Enam Pemain CS : GO di Australia

Game garapan Valve ini menjadi salah satunya judul game paling besar di dunia. Rupanya, popularitas game ini ibarat jadi buah simalakama buat industri bisnisnya. Masalahnya banyak insiden matchfixing yang berjalan dalam skena bersaing CS : GO. Masalah paling baru berada di Australia dimana enam pemain diamankan oleh faksi kepolisian lokal sebab kegiatan judi yang mereka kerjakan.

Kepala kepolisian kota Victoria, yakni Neil Paterson mengatakan jika masalah kriminil ini adalah yang pertama berlangsung di negaranya. Penyidikan yang dilaksanakan dengan Sporting Intelligity Intelligence Unit serta Organized Crime Intelligence Unit merasakan jika ke enam pemain ini menyengaja throwing di lima laga serta terjebak dalam 20 keseluruhan taruhan.

” Esports betul-betul industri yang benar-benar cepat sekarang ini. Ada surat perintah untuk menginterogasi masalah ini harus digarisbawahi jika faksi kepolisian akan memandang serius laporan pekerjaan yang meresahkan di ranah esports. ” Papar Neil Paterson.

Masalah yang berlangsung pada tahun 2019 ini masih bersambung serta pemain masih terbebani dengan hukuman pidana 10 tahun penjara. Walau belumlah ada kejelasan, tetapi masalah perjudian ini memang seharusnya dilacak sampai selesai.

Masalah Penembakan Masal di Kompetisi Esport Madden NFL 19

Info duka juga menyelimutinya ranah esports pada 26 Agustus 2018 yang lalu. Masalahnya dalam kompetisi Madden NFL 19 itu berlangsung momen penembakan masal yang dilaksanakan oleh salah satunya peserta, yakni David Katz. Periswtiwa itu pada akhirnya tewaskan empat orang termasuk juga aktor serta melukai beberapa puluh orang yang lain.

Ironinya, David Katz ini sempat memenangkan kompetisi Madden NFL 17 yang diselenggarakan oleh club NFL Amerika Buffalo Bills. Pemain yang populer melalui nickname Bread itu mengawali laganya saat Wesley ” Joy Rice ” Gittens serta Eli ” True ” Clayton langsungkan laga. Sebelum berlangsung penembakan, ada satu laser yang ke arah badan Clayton, tidak lama berlalu sembilan shooting juga terdengar.

Ada video amatir yang merekam semua insiden penembakan ini. Dalam video berdurasi 35 detik itu, tampilkan Gittens serta Clayton. Sekejap laga diawali, terdengar suara shooting serta kericuhan di venue.

Pemakaian Cheat yang Dilaksanakan oleh Punggawa FaZe Clan

Kesempatan ini masalah cheating dilaksanakan oleh salah satunya olahragawan profesional asal team FaZe Clan, yakni Jarvis ” Jarvis ” Kaye. Olahragawan sekaligus juga streamer di Twitch ini teridentifikasi oleh Epic Games memakai aimbot dalam laga publik waktu siaran secara langsung. Atas tindakan konyolnya ini, Jarvis dijatuhkan hukuman ban permanen pada account kepunyaannya.

Berkaitan masalah ini, Jarvis langsung membuat klarifikasi atas tindakannya. Dalam video itu, dianya tidak menyanggah ada pemakaian aimbot, namun dirnya akui jika arah dari content itu ialah selingan semata-mata buat beberapa fansnya di Twitch.

Dari masalah ini, pro-kontra malah tiba dari fans garis keras Jarvis yang tidak terima dengan ketetapan Epic Games. Serta mereka mengungkit hukuman singkat yang berlangsung pada XXiF serta Ronaldo di Fortnite World Cup. Semestinya, ke-2 pemain tersebutlah yang di-banned permanen, bukan Jarvis. Sayangnya, ketetapan si pengembang telah mutlak serta tidak dapat terganggu tuntut lagi.

Dari ke-5 masalah yang berlangsung di ranah esport, yang sangat memilukan ialah masalah penembakan. Kecuali mencoret nama besar skena bersaing, terdapat beberapa korban berjatuhan dari momen itu. Mudah-mudahan saja, beberapa kasus jelek semacam ini tidak berlangsung di waktu depan.

Bagaimana menurut kalian mengenai lima skandal paling menggegerkan di ranah esports? Tuang opini kalian di kotak kometar, ya! Janganlah lupa untuk tunggu kabar paling baru sekitar esports serta game lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *